Penyerahan hadfah tersebut berlangsung Sabtu (19/12) malam di Saung Angklung Udjo, Jln. Padasu-ka Bandung dan dimeriahkan pertunjukan seni dari SMKN 10 (SMKI) Bandung, dengan sutradara Bambang Arayana Sambas.
"Digelarnya acara ini merupakan penghargaan kepada para seniman yang selama ini menciptakan karya-karya seni berbahan dasar bambu. Almarhum Udjo Ngalagena semasa hidupnya mengatakan bah-
wa selama bambu masih ada, dan selama anak-anak masih suka main dengan bambu, selama itu pula daya kreasi para seniman terkait dengan bambu akan terus lahir," ujar Direktur PT Saung Angklung Udjo, Taufik Hidayat Udjo. .
Berkait dengan itu, dunia bambu dan seni kriya di dalamnya, kata Taufik, adalah harapan pada masa mendatang, yang tidak hanya mendatangkan uang, tetapi juga bisa melahirkan karya-karya baru. Sementara itu, dalam percakapannya dengan "PR", penggagas Kompetisi Desain SAU Awi-awi Mandiri 2009, perupa Herry Dim mengatakan, acara yang diikuti para peserta dari Kota Bandung, Solo, Jakarta, Surabaya, dan Bali itu digelar antara lain untuk membangkitkan kembali kriya bambu yang nyaris lumpuh di Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar